Kamis, 15 Maret 2012

Top 5 Pemain Billiard Terbaik

Top 5 Pemain Billiard Terbaik

Inilah 5 orang pemain Billiard yang bisa di bilang terbaik setidaknya hingga saat ini
1. Wu Chia Ching

Pemain yang paling saya suka. Muda, berpengalaman dan banyak gelar. Menjadi juara dunia 9ball dan 8ball ketika baru berumur 16 tahun!! Keren deh..

2. Earl Strickland

Sumpah, walau bawaaannya marah-marah melulu, tapi pemain yang satu ini permainan billiardnya hebat bo..!! Skillnya tinggi, 3 kali Juara Dunia 9ball buktinya. Strickland adalah salah satu pemain yang paling saya nantikan apabila ada kejuaraan dunia 9ball. Dengan gayanya yang nyleneh, boleh dibilang sungguh mengasyikkan menonton dia bermain.

3. Alex Pagulayan
Nah, ini dia pemain paling gokil. Bawaannya ga melulu serius. Menghibur penonton dan Kocak abis. Soal skill ga usah ditanya. Alex adalah salah satu pemain pool terbaik di dunia. 2 kali masuk final kejuaraan dunia 9ball dengan membawa pulang 1 gelar juara dunia pada tahun 2004.

4. Yang Ching Shun
Pemain yang cool dengan tehnik yang sangat tinggi. Yang Ching Shun adalah guru sekaligus mentor dari pemain favorit saya Wu Chia Ching (lebih suka muridnya daripada gurunya :mrgreen: ) Walau skill ga usah diragukan, namun belum pernah juara dunia 9ball. Juara Asia si udah sering banget. Ibaratnya seperti timnas Belanda di sepakbola, permainan yahud tapi belum pernah juara

5. Tony Drago
Terakhir adalah Tony Drago. Sebenernya saya suka bukan karena skillnya, tapi saya suka caranya bermain. He is really really FAST!! Main seolah olah ga pake mikir, langsung sodok aja tu bola. Pantes aja julukannya The Tornado, semua bola disapu aja tanpa ba bi bu..


http://id.88db.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.page?kid=43143

Konsep Fisika pada Permainan Billiard Sederhana

Konsep Fisika pada Permainan Billiard Sederhana

Untuk dapat memulai permainan billiard, dibutuhkan meja billiard, stick pemukul, satu bola billiard putih, dan bola-bola billiard target. Permainan billiard selalu dimulai dengan sebuah shot pada bola putih yang diarahkan pada bola-bola target. Bola yang menjadi target biasanya dalam keadaan diam yang berarti momentumnya = 0. Sedangkan bola billiard putih yang disodok memiliki massa dan bergerak dengan kecepatan tertentu, yang berarti bola billiard tersebut memiliki momentum.

Jika diperhatikan lebih cermat, kecepatan bola putih yang disodok menuju bola biliard target menjadi berkurang setelah kedua bola biliard bertumbukan, karenanya momentumnya juga berkurang. Sebaliknya, setelah bertumbukan, bola biliard yang pada mulanya diam menjadi bergerak. Karena bergerak maka dapat dikatakan bahwa momentum bola billiard target “bertambah”.

Jadi dapat dikatakan bahwa momentum bola billiard yang disodok tadi berpindah ke bola billiard target. Dengan demikian kita bisa mengatakan bahwa perubahan momentum pada kedua bola billiard setelah terjadi tumbukan disebabkan karena adanya “perpindahan momentum” dari satu bola billiard ke bola biliard lainnya.

Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah momentum kedua bola billiard tersebut sebelum tumbukan = jumlah momentum kedua bola billiard setelah tumbukan

Berapapun nilai massa dan kecepatan benda yang bertumbukan, ternyata momentum total sebelum tumbukan = momentum total setelah tumbukan. Hal ini berlaku apabila tidak ada gaya luar alias gaya eksternal total yang bekerja pada benda yang bertumbukan.

Dengan ilustrasi diatas, hukum kekekalan momentum dapat dinyatakan dengan persamaan :

Keterangan :

mA = massa benda 1

mB = massa benda 2

vA = kecepatan benda 1 sebelum tumbukan

vB = kecepatan benda 2 sebelum tumbukan

v’A = kecepatan benda 1 setelah tumbukan

v’B = kecepatan benda 2 setelah tumbukan



http://rizkanindya-fst08.web.unair.ac.id/artikel_detail-24391.html

Istilah-istilah dalam billiard

Istilah-istilah dalam billiard

19 02 2010
Dalam dunia olah raga dan permainan billiard kita akan sering mendengar atau menggunakan istilah-istilah tertentu  yang digunakan sebagai sebagai penyebutan sesuatu benda,tindakan atau situasi.
Berikut ini adalah beberapa istilah yang sering digunakan dalam lingkungan dan permainan olahraga biliard.stik billiard,billiard,stik biliard,biliard,stik billiar,biliar,meja biliard,meja billiard,cue ball,cue
1. CUE
Adalah tongkat atau stik yang di gunakan sebagai alat penyodok bola dalam permainan billiar yang biasanya terbuat dari kayu atau serat komposit dalam berbagai motif corak dan bentuk.
2. CUE BALL
Adalah bola billiard yang digunakan sebagai bola utama atau bola yang berfungsi sebagai media penghubung antara stik billiard dengan object ball / bola target.
3. OBJECT BALL / POOL BALL
Adalah bola biliard yang menjadi target singgungan dari cue ball untuk diarahkan ke posisi tertentu atau dimasukan ke dalam pocket sebagai tujuan permainan.
4. POCKET
Adalah kantung pada meja billiar yang fungsinya sebagai tempat masuknya bola billiard,pocket pada meja billiard berjumlah enam buah ( 3 buah pada tiap sisinya ) dengan ukuran kurang lebih dua kali diameter bola biliard .
5, CHALK
Adalah perlengkapan yang dipakai untuk melapisi bagian atas (tip) dari stik biliard yang berfungsi agar tidak terjadi slip pada persinggungan antara tip dengan cue ball (missed cue).
6. MISSED CUE
adalah situasi stik billiar terpeleset pada saat melakukan sodokan terhadap cue ball, Karena terpeleset, maka bola sasarannya akan meleset juga atau tidak sesuai yang kita inginkan.
7. SCRATCH
Adalah situasi pada saat cue ball masuk ke dalam pocket atau keluar dari meja. Scratch merupakan foul/kesalahan dalam permainan biliar.
8. SAFETY SHOT
Adalah trik yang dilakukan untuk tujuan bertahan dalam permainan billiard yang dilakukan dengan cara menempatkan bola target/pool ball pemain lawan pada posisi tertentu agar pemain lawan tidak memiliki kesempatan posisi bola yang terbuka.
9. BALL IN HAND
Adalah situasi ketika seorang pemain mendapatkan kesempatan untuk melakukan sodokan bebas / bebas meletakan cue ball pada posisi tertentu,hal ini berlaku jika pemain lawan melakukan kesalahan (foul).
10. BACK SPIN
Adalah situasi saat cue ball yang putaranya berbalik arah, hal ini terjadi karena sodokan stik billiard yang mengenai daerah bagian bawah cue ball. Putaran balik inilah yang akan membuat cue ball kembali ke area semula setelah bersinggungan dengan bola sasaran.
11. DRAW SHOT
Adalah teknik sodokan stik biliard pada cue ball yang menghasilkan efek back spin.
12. ENGLISH SHOT
Adalah teknik sodokan stik bilyar pada cue ball untuk menghasilkan efek spin samping/memutar pada cue ball dan bola target.Teknik ini dilakukan dengan cara menyodok bagian sisi kiri atau kanan dari cue ball, di Indonesia lebih sering digunakan istilah efek.
13. FOLLOW THROUGH SHOT
Adalah teknik sodokan dengan menggunakan ayunan dorong pada titik atas dari cue ball. Sodokan ini akan menghasilkan putaran atas atau forward spin, yang menghasilkan efek cue ball akan terus bergulir maju setelah mengenai bola sasaran.

Tip’s Dan Trik Bermain Billiard

Tip’s Dan Trik Bermain Billiard

26 03 2010
Dalam bermain billiard,diperlukan teknik-teknik dan trik tertentu agar bisa bermain dengan baik dan menghasilkan pukulan sempurna.
Berikut ini kami tuliskan beberapa teknik-teknik dasar dan trik sederhana untuk bermain biliard.


PENGATURAN POSISI TANGAN

Tangan kanan:
1. Upayakan kondisi tangan kanan Lemas tapi menggenggam pasti handle area stik billiard anda dengan posisi nyaman.
2. Upayakan posisi tangan menyiku menahan dan menggenggam stik billiard.
3. Posisi kepalan tangan lurus dengan lengan.
4. Upayakan Lengan tangan jangan sampai turun atau goyang saat mendorong bola.
5.Ayunan tangan jangan terlalu panjang dan menegang pada saat mendorong bola.
Tangan kiri:
1. Posisikan Tangan kiri Jangan terlalu jauh dengan bola putih, kira-kira 20 – 30 cm.
2. Posisikan telapak tagan menapak sempurna/kokoh ke meja dan punggung tangan menegang.
3. Tahan stik jangan sampai goyang atau keluar meleset dari tumpuan tangan.
4. Jangan terburu-buru melepaskan stik dari tangan setelah mendorong bola.


PENGATURAN POSISI KAKI

1. Posisikan kaki meregang kira-kira satu langkah.
2. Tumpukan berat badan ke pinggul kiri.
3. Upayakan Posisi punggung kaki menghadap kedepan lurus.
4. Posisikan kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan bentuk kaki kanan Lurus kebelakang dan kaki kiri ditekuk membentuk kuda-kuda.


PENGATURAN POSISI BADAN

1. Punggung badan tegak lurus.
2. Posisikan badan menyesuaikan dengan kedataran stik
3. Posisikan dagu kepala dekat sejajar dengan stik
4. Posisi badan saat mendorong bola tidak boleh bergerak kecuali tangan kanan yang mengayun stik biliar.
6. Setelah mendorong bola, posisi badan tetap mematung sebentar.


POSISI STIK BILLIARD

1. Upayakan Posisikan stik stik datar sejajar dengan meja billiard.
3. Upayakan arah stik biliard selalu stabil saat mendorong bola.
4. Hentikan ayunan stik bilyar setengah jengkal dari jarak bola putih setelah pukulan dilakukan.
5. Upayakan posisi stik tetap lurus sesuai dengan titik sasaran bola putih / cue ball pada saat akan mendorong bola.
6. Setelah pukulan, stik billiard wajib dihentikan di posisi akhir jangan langsung ditarik.


AYUNAN LENGAN / STIK BILIARD

1. Upayakan mengayun lengan agar stik lurus dan stabil pada saat maju-mundur.
2. Lakukan ayunan lengan secara bertempo atau berirama sampai sekiranya stik biliar terasa mantap dan tepat pada sasaran/cue ball.
3. Upayakan ayunan dengan tempo lambat dengan penuh konsentrasi.
4. Jarak ayunan jangan terlalu jauh dari bola putih (kira-kira 30 cm) ke kira-kira 7 cm.
6. Ayunkan stik billiard minimal 3 kali.
7. Hentikan ayunan sebentar didekat bola putih setelah mengayun untuk mengukur atau mencari posisi tembak yang sempurna.
8. Saat mendorong bola jangan terlalu kencang (jangan di bet atau sentak) dan lakukan dengan penuh keyakinan.
9.batasi Ayunan hanya sampai posisi tangan kanan siku-siku 90.˚


PUKULAN / DORONGAN

1. Upayakan saat mengayun stik berhenti sejenak didekat bola lalu tarik mundur stik sedikit kemudian dorong kedepan sampai mengenai cue ball.
2. Upayakan tidak ada daya kejut saat mendorong bola.
3. Posisi stik harus tepat dan tidak boleh meleset dari  cue ball.
4. Gunakan daya sentuhan yang mantap ketika ujung stik bertemu cue ball.
5. Lakukan dorongan pada bola dengan penuh konsentrasi dan keyakinan.

Tentang Meja Billiard

Tentang Meja Billiard

10 03 2012
Dalam dunia billiard, kita bisa menemukan beragam jenis dan ukuran meja billiard yang jika dikategorikan secara umum, biasanya meja billiard memiliki ukuran panjang dua kali lipat dari lebar nya. ukuran dalam meja billiard biasanya dalam satuan kaki ( foot ),  mulai dari 7, 8 dan 9 foot.
Tempat bilyard yang memakai meja ukuran 9 foot biasanya diperuntukkan untuk permainan serius (pro). Sedangkan untuk meja bilyar di launge atau kediaman biasanya mereka lebih memilih memakai meja billiard dengan ukuran 7 foot, dan tempat-tempat billiard yang ruanganya tidak terlalu besar biasanya meja ukuran ini adalah meja bilyard koinan karena ukuran meja yang dipilih biasanya sangat berkaitan pengaturan ruang dan ada juga yang karena masalah efektifitas dan kenyamanan kemudian banyak yang memakai meja bilyar  yang ukuran 8 foot.
Meja billiard yang berkualitas paling bagus biasanya berukuran 9 foot dengan alas meja yang terbuat dari Batu granit hitam yang gunanya untuk mencegah adanya tonjolan-tonjolan yang tidak diinginkan dan kemungkinan perubahan bentuk karena kelembaban udara.  biasanya ada total 6 buah pockets, tiga di tiap sisi meja. Meja billiar pada umumnya  dialasi oleh kain khusus untuk billiard dan biasanya berwarna hijau yang  disebut “laken”,Perbedaan kain yang dipakai biasanya mempengaruhi laju bola billiard di atas meja.

http://mochammad4s.wordpress.com

Sejarah billiard

                                                           SEJARAH  BILLIARD



classic BilliardAsal-usul Permainan billiard ini belum secara jelas diketahui,banyak sumber yang menerangkan bahwa permainan ini berasal dari Prancis, Italia, Spanyol, atau Cina. Akan tetapi banyak pula sumber yang menerangkan bahwa  asal-usul permainan ini adalah permainan yang biasa dimainkan di taman seperti halnya croquet ( kriket ) yang populer dimainkan di Eropa Timur dan Prancis pada abad ke-15,yang pada akhirnya permainan tersebut dipindahkan ke dalam ruangan dengan meja yang diberi taplak berwarna hijau menyerupai rumput dengan diberi pembatas kecil ditambahkan pada pinggiran meja. Bola-bolanya didorong dengan kayu panjang yang disebut “mace”.billiard,stik billiard,biliard,stik biliard,billiar,stik billiar,bilyar,sejarah billiard,sejarah biliard
Kata billiard sendiri diperkirakan berasal dari kata “billart” yang berarti tongkat kayu atau “bille” yang berarti bola.
Pada awalnya, permainan ini dimainkan dengan dua bola pada meja yang berkantong enam dan gawang   seperti dalam permainan Croquet ( kriket ) dengan menggunakan tongkat lurus sebagai sasaran pantul. Memasuki abad ke-18, gawang dan tongkat sasaran pun tidak lagi digunakan, hanya tinggal bola – bola dan kantong – kantongnya saja.
Sejak awal tahun 1800-an, permainan ini banyak dimainkan oleh kaum bangsawan yang oleh karena itu permainan ini pernah populer dengan nama Noble Game of Billiards, Namun banyak juga bukti -bukti yang menunjukan bahwa permainan tersebut telah dimainkan oleh orang -orang dari berbagai tingkat sosial. Pada tahun 1600an, permainan ini sudah cukup dikenal. Shakespeare pun menyebutkan permainan ini dalam karyanya “Antony and Cleopatra” yang pada waktu itu disebut old egyptian sport .
Pada tahun 1675 biliard populer di inggris. Dan tahun itu pula diterbitkan buku peraturan biliard. Selanjutnya billiard dipopulerkan sebagai olahraga scientific oleh Captain Mingaud, seorang tahanan politik pemerintah ketika terjadi revolusi perancis. Saking cintanya dengan biliard, dia menolak untuk dibebaskan dari penjara ketika masa hukumannya berakhir.
Mingaud pula yang menemukan tip, yaitu tambahan kulit di ujung cue. Dengan tip pukulan jadi lebih akurat dan mudah melakukan kontrol cue ball. Tip temuanya lama-kelamaan mengeras dan mengurangi efektifitas pukulan sehingga perlu diganti secara berkala. Akhirnya mingaud meninggalkan penjara dan keliling perancis melakukan eksibisi biliard.
Jack Carr, seorang pelatih biliard inggris berjasa menemukan tehnik pukulan off-center, yaitu memukul cue ball dititik off-center guna mendapatkan efek spin. Sekarang pukulan off-center ini dikenal dengan istilah English. Di inggris pukulan seperti ini disebut side. Dia pula yang menemukan ide untuk mengoleskan kapur pada permukaan tip untuk meningkatkan akurasi pukulan. Sepanjang tahun 1820 jack carr berkeliling eropa, melakukan pelatihan billiard sambil menjual magical twisting chalk temuannya.


Billiard di Indonesia.

Sejarah perkembangan olahraga billiar di Indonesia pertama kali muncul dari kalangan masyarakat lapisan bawah. Masyarakat tersebut sebagian besar merupakan orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan (pengganguran bahkan pekerja kasar) dan lokasi tempat bermainnya identik dengan tempat-tempat kumuh, sehingga pandangan negatif melekat pada olahraga itu.hal ini sangat berbeda dengan asal perjalanan bilyar yang ditemukan abad ke 15 di Eropa Utara yang mengalami kemajuan pesat, sehingga menjadi kegiatan olahraga yang dilakukan oleh semua kalangan baik raja, presiden, pengusaha, dan anggota masyarakat lainnya.
Pada waktu Negara-negara Eropa melakukan penjajahan di daratan Asia, mereka (penjajah) membawa “kebiasaannya” tersebut yaitu bermain billiard ke lingkungan tempat mereka menjajah, diantaranya Indonesia, Philipina dan Negara Asia lainnya. Hal tersebut justru membuat olahraga billiard sangat popular di Asia sekarang ini dibandingkan di Negara-negara Eropa, bahkan para pemain-pemain professional billiard justru didominasi oleh orang-orang Asia. Hal ini terlihat dari munculnya pemain –pemain Asia yang sering menjuarai pertandingan billiard bergengsi. Seperti Efren Reyes, Fransisco Bustamante (Philipina), Cho Fong Pang (Taiwan). Bahkan yang lebih hebat lagi, pada tahun 2005 juara dunia billiard bola 9 dan bola 8 yaitu Wu Chia Ching, bocah berumur 16 tahun dari Taiwan. Serta masih sangat banyak lagi pemain-pemain Asia yang menjadi juara dunia atau menjadi pemain professional.

http://mochammad4s.wordpress.com

Senin, 12 Maret 2012

Mengatasi Perilaku Seks Bebas


Beberapa saat yang lalu, salah satu media lokal menurunkan sebuah berita tentang hasil penelitian yang cukup mengagetkan, yaitu penelitian tentang perilaku seks bebas di antara generasi muda. Penelitian tersebut mengungkap perilaku seks bebas generasi yang menamakan dirinya anak baru gede alias ABG. Data penelitian tersebut menunjukkan bahwa ternyata di kalangan remaja bangsa Indonesia, bangsa yang ber-Ketuhanan yang Maha Esa, 50 persen dari 474 remaja yang dijadikan sample penelitian, ternyata mengaku telah melakukan hubungan seks tanpa nikah.
Yang lebih mengagetkan lagi karena ternyata 40 persen di antara mereka melakukan hubungan seks tersebut pertama kali justru dilakukan di rumah sendiri. Banyak komentar dan pertanyaan muncul seiring dengan terungkapnya fenomena sosial yang telah menjadi realitas sangat memprihatinkan. Ya, itulah kenyataan hidup yang harus diterima.
Dari sekian banyak pertanyaan seputar masalah perilaku remaja yang dinilai menyimpang tersebut, ada dua pertanyaan mendasar yang perlu segera dijawab, yaitu apa penyebab perilaku seks bebas tersebut, dan bagaimana cara mengatasinya? Dua hal yang tidak bisa dibiarkan menggantung, melainkan harus didapatkan jawaban sekaligus solusi atas fenomena yang tidak sepantasnya dibiarkan.


* Penyebab Perilaku Seks Bebas

Menurut beberapa penelitian, cukup banyak faktor penyebab remaja melakukan perilaku seks bebas. Salah satu di antaranya adalah akibat atau pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan. Apa yang ABG tonton, berkorelasi secara positif dan signifikan dalam membentuk perilaku mereka, terutama tayangan film dan sinetron, baik film yang ditonton di layar kaca maupun film yang ditonton di layar lebar.
Disyukuri memang karena ada kecenderungan dunia perfilman Indonesia mulai bangkit kembali, yang ditandai dengan munculnya beberapa film Indonesia yang laris di pasaran. Sebutlah misalnya, film Ada Apa Dengan Cinta, Eiffel I’m in Love, 30 Hari Mencari Cinta, serta Virgin. Tetapi rasa syukur itu seketika sirna seiring dengan munculnya dampak yang ditimbulkan dari film tersebut. Terutama terhadap penonton usia remaja.
Menurut hemat saya, film-film yang disebutkan tadi laris di pasaran bukan karena mutu pembuatan filmnya akan tetapi lebih karena film tersebut menjual kehidupan remaja, bahkan sangat mengeksploitasi kehidupan remaja. Film tersebut diminati oleh banyak remaja ABG bukan karena mutu cinematografinya, melainkan karena alur cerita film tersebut mengangkat sisi kehidupan percintaan remaja masa kini. Film tersebut diminati remaja ABG, karena banyak mempertontonkan adegan-adegan syur dengan membawa pesan-pesan gaya pacaran yang sangat “berani”, dan secara terang-terangan melanggar norma sosial kemasyarakatan, apalagi norma agama.
Sebagai pendidik, saya sulit dan amat sulit memahami apa sesungguhnya misi yang ingin disampaikan oleh film tersebut terhadap penontonnya. Bukan saja karena tidak menggambarkan keadaan sebenarnya yang mayoritas remaja bangsa Indonesia, tetapi juga karena ia ditonton oleh anak-anak yang belum dapat memberi penilaian baik dan buruk. Mereka baru mampu mencontoh apa yang terhidang. Akibatnya, remaja mencontoh gaya pacaran yang mereka tonton di film. Akibatnya pacaran yang dibumbui dengan seks bebaspun akhirnya menjadi kebiasaan yang populer di kalangan remaja. Maka, muncullah patologi sosial seperti hasil penelitian di atas.
Hal kedua yang menjadi penyebab seks bebas di kalangan remaja adalah faktor lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan pergaulan. Lingkungan keluarga yang dimaksud adalah cukup tidaknya pendidikan agama yang diberikan orangtua terhadap anaknya. Cukup tidaknya kasih sayang dan perhatian yang diperoleh sang anak dari keluarganya. Cukup tidaknya keteladanan yang diterima sang anak dari orangtuanya, dan lain sebagainya yang menjadi hak anak dari orangtuanya. Jika tidak, maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan serta di tempat-tempat yang tidak mendidik mereka. Anak akan dibesarkan di lingkungan yang tidak sehat bagi pertumbuhan jiwanya. Anak akan tumbuh di lingkungan pergaulan bebas.
Dalam lingkungan pergaulan remaja ABG, ada istilah yang kesannya lebih mengarah kepada hal negatif ketimbang hal yang positif, yaitu istilah “Anak Gaul”. Istilah ini menjadi sebuah ikon bagi dunia remaja masa kini yang ditandai dengan nongkrong di kafe, mondar-mandir di mal, memahami istilah bokul, gaya fun, berpakaian serba sempit dan ketat kemudian memamerkan lekuk tubuh, dan mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi.
Sebaliknya mereka yang tidak mengetahui dan tidak tertarik dengan hal yang disebutkan tadi, akan dinilai sebagai remaja yang tidak gaul dan kampungan. Akibatnya, remaja anak gaul inilah yang biasanya menjadi korban dari pergaulan bebas, di antaranya terjebak dalam perilaku seks bebas.
Melihat fenomena ini, apa yang harus kita lakukan dalam upaya menyelamatkan generasi muda? Ada beberapa solusi, di antaranya, pertama, membuat regulasi yang dapat melindungi anak-anak dari tontonan yang tidak mendidik. Perlu dibuat aturan perfilman yang memihak kepada pembinaan moral bangsa. Oleh karena itu Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) harus segera disahkan.
Kedua, orangtua sebagai penanggung jawab utama terhadap kemuliaan perilaku anak, harus menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dalam keluarganya. Kondisi rumah tangga harus dibenahi sedemikian rupa supaya anak betah dan kerasan di rumah.
Berikut petunjuk-petunjuk praktis yang diberikan Stanley Coopersmith (peneliti pendidikan anak), kepada orangtua dalam mendidik dan membina anak. Pertama, kembangkan komunikasi dengan anak yang bersifat suportif. Komunikasi ini ditandai lima kualitas; openness, empathy, supportiveness, positivenes, dan equality. Kedua, tunjukkanlah penghargaan secara terbuka. Hindari kritik. Jika terpaksa, kritik itu harus disampaikan tanpa mempermalukan anak dan harus ditunjang dengan argumentasi yang masuk akal.
Ketiga, latihlah anak-anak untuk mengekspresikan dirinya. Orangtua harus membiasakan diri bernegosiasi dengan anak-anaknya tentang ekspektasi perilaku dari kedua belah pihak. Keempat, ketahuilah bahwa walaupun saran-saran di sini berkenaan dengan pengembangan harga diri, semuanya mempunyai kaitan erat dengan pengembangan intelektual. Proses belajar biasa efektif dalam lingkungan yang mengembangkan harga diri. Intinya, hanya apabila harga diri anak-anak dihargai, potensi intelektual dan kemandirian mereka dapat dikembangkan.
Selain petunjuk yang diberikan Stanley di atas, keteladanan orangtua juga merupakan faktor penting dalam menyelamatkan moral anak. Orangtua yang gagal memberikan teladan yang baik kepada anaknya, umumnya akan menjumpai anaknya dalam kemerosotan moral dalam berperilaku.
Melihat fenomena ini, sepertinya misi menyelamatkan moral serta memperbaiki perilaku generasi muda harus segera dilakukan dan misi ini menjadi tanggung jawab bersama, tanggung jawab dari seluruh elemen bangsa. Jika misi ini ditunda, maka semakin banyak generasi muda yang menjadi korban dan tidak menutup kemungkinan kita akan kehilangan generasi penerus bangsa. **

Sumber : Das’ad Latif ; Ketua Ikatan Dai Muda Profesional Makassar

http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=19232